Cara Bayar Pajak Online Dengan cepat dan mudah

0
23

Cara bayar pajak online rupanya memberi beberapa keuntungan untuk harus pajak. Kecuali mengirit waktu, cara kekinian itu juga gampang untuk dilaksanakan, apa lagi sesudah kedatangan sistem e-billing yang digagas oleh DJP. Proses yang perlu dilalui harus pajak untuk bayar pajak menjadi lebih singkat. Argumennya, Anda bisa mendapatkan ID billing secara online.

Cara Bayar Pajak Online dengan Mudah

Sebatas info, ID billing adalah rangkaian beberapa angka yang terbagi dalam Kode Account Pajak (KAP), Kode Tipe Setoran (KJS) dan kode unik untuk mengindentifikasi pembayaran dari harus pajak. Sesaat, e-billing adalah sistem pembayaran pajak secara elektronik yang memungkinkannya kita mendapatkan ID billing secara online.

Untuk harus pajak pintar yang pengin terlepas proses dari yang memerlukan waktu bahkan juga ongkos, di bawah ini beberapa langkah cara bayar pajak online yang seharusnya didalami:

Tahap Pertama, Buat ID Billing Melalui Sistem e-Billing

Seperti telah disentil awalnya, ID billing diperlukan untuk bayar pajak. Dan sekarang, kode billing itu tidak harus didapat secara manual.

Ada beberapa cara yang dapat dilaksanakan untuk memperoleh kode billing secara online. Pertama, Anda dapat terhubung situs DJP Online dengan lebih dulu membuat account DJP Online. Cara ke-2 , Anda dapat membuat kode billing cukup hanya mengirim data melalui SMS/WhatsApp ke nomor sah Dirjen Pajak yaitu 082258888601.

Cara ke-3 , dengan terhubung aplikasi e-billing OnlinePajak. Sebatas info, kecuali bisa digunakan untuk membuat ID billing, OnlinePajak dapat menolong Anda untuk menghitung, menyerahkan dan memberikan laporan pajak secara online, melalui satu aplikasi terintegrasi.

OnlinePajak sendiri adalah Application Servis Provider (ASP) sebagai partner sah Dirjen Pajak dan sudah memperoleh validitas melalui SK No. 73/PJ/2016. Maknanya, ID billing yang Anda peroleh melalui OnlinePajak ialah syah dari DJP.

Kesempatan ini, kita makin lebih jauh mengulas cara memperoleh ID billing dan cara bayar pajak online melalui OnlinePajak. Nah, berbicara masalah cara memperoleh kode billing dari OnlinePajak, lebih dulu akses situs aplikasi e-billing OnlinePajak. Anda bisa mendaftarkan aplikasi OnlinePajak pada link itu.

Seterusnya, Anda akan ada di halaman “Selamat Tiba”. Untuk memperoleh e-billing, klik “Serahkan/e-billing dan PajakPay” seperti nampak pada langkah 1. Seterusnya, klik tombol “+ TAMBAH” seperti nampak pada langkah 2.

Satu diantara keunggulan aplikasi OnlinePajak ialah kekuatan untuk membuat satu ataupun lebih ID billing dengan KAP, KJS dan NPWP yang lain secara sekalian dan tepat. Seterusnya, pilih salah satunya tipe pajak yang pengin Anda bayarkan seperti nampak pada langkah 3.

Pastikan Anda telah pilih periode pajaknya juga. Jika tipe pajak dan KAP nya tidak ada dalam menu e-billing, silahkan klik “Pajak Yang lain” untuk mendapati KAP dan KJS yang Anda harapkan. Di bawah ini urutan lengkap KAP dan KJS ebilling.

Sesudah percaya masukkan data yang betul, seterusnya klik tombol “BUAT”.

Sesudah Anda mengeklik tombol “BUAT”, cuman dalam waktu cepat kode billing yang diperlukan tampil saat itu juga pada halaman daftar pembayaran dan dikirim ke e-mail yang tercatat.

Tahap Ke-2 , Ketahui Cara Bayar Pajak Online Melalui PajakPay

Sesudah memperoleh kode billing, tahap setelah itu bayar pajak. Anda dapat melunasinya melalui ATM, SMS atau internet banking punya bank pemahaman. Tetapi, OnlinePajak tawarkan cara semakin lebih gampang yang memungkinkannya Anda segera melanjutkan pembayaran sesudah memperoleh id billing.

Jadi, Anda tak perlu keluar dari 1 aplikasi ke aplikasi yang lain bahkan juga tak perlu bertandang ke bank/kantor pos pemahaman dan menyerahkan pajak langsung.

Cara yang mempermudah itu ialah fitur PajakPay yang ada pada aplikasi OnlinePajak. Sebatas info saja, Fitur PajakPay sudah tercatat di Bank Indonesia melalui surat nomor 20/114/DKSP/Srt/B.

Maknanya, fitur ini sudah mengaplikasikan beberapa prinsip kehati-hatian,pelindungan customer, manajemen resiko dan seperti ketetapan perundang-undangan.

Untuk menjalankan PajakPay juga lumayan gampang. Berikut cara-caranya seperti diterangkan di bawah ini:

1. Sesudah masukkan jumlah bill dan klik “Buat”, pemakai akan masuk di halaman pembayaran. Anda akan mendapati detil pajak yang akan Anda bayar sama dalam angka 1 gambar di bawah. Saat sebelum klik “Teruskan Pembayaran”, pastikan KAP, KJS dan nominal pajak pas tepat.

2. Sesudah klik “Teruskan Pembayaran”, Anda akan masuk di halaman detil pembayaran. Kemudian klik “PajakPay.

3. Bila saldo Anda memenuhi, Anda perlu klik bayar untuk menyelesaikan transaksi. Janganlah lupa untuk masukkan nama, e-mail dan nomor telephone pada pengaturan contact.

Tetapi, bila saldo Anda tidak memenuhi silahkan turuti tutorial top up untuk transfer dana ke rekening virtual Anda. Berita baik untuk pemilik rekening BCA, sekarang ini Anda bisa melakukan transfer ke rekening BCA OnlinePajak. Akhirnya, saat melakukan top up saldo PajaPay, Anda bebas dari semua ongkos transaksi.

Top up dapat dilaksanakan melalui beberapa saluran, misalkan ATM. Di bawah ini adalah cara top up PajakPay melalui ATM BCA:

  • Masukan kartu ATM BCA dan ketik PIN Anda
  • Pilih menu “Transfer”
  • Masuk pilihan “Transfer ke virtual akun BCA”
  • Masukan nomor virtual akun BCA Anda
  • Masukan nominal transfer
  • Masukan rujukan (opsi)
  • Verifikasi transfer
  • Transaksi usai

Bila top up sukses, silahkan masuk kembali pada menu “e-Billing/PajakPay”, kemudian klik “Verifikasi”.

4. Kemudian akan tampil status pembayaran Anda sudah sukses.

5. Tahap paling akhir, ambil Bukti Akseptasi Negara (BPN) dengan mengeklik tombol “PDF”. Pemakai kemudian akan mendapatkan helaian elektronik.

Tahap Paling akhir, Lapor Pembayaran Pajak Anda

Sesudah melakukan pembayaran, di OnlinePajak Anda juga langsung bisa membuat laporan SPT PPh Pasal 21 dan PPN, untuk seterusnya e-Filing pajak Anda.

Khusus PPh 21 dan PPN, cara pelaporannya simpel. Sesudah melakukan perhitungan pajak automatis dan bayar pajak online di aplikasi OnlinePajak, Anda juga langsung bisa melakukan e-filing dengan 1 klik saja. Untuk e-Filing PPh 21 dan PPN, triknya cukup dilaksanakan dalam tiga langkah.

Berikut ini ialah langkah untuk melakukan e-Filing PPh 21:

Pertama, pilih menu “Hitung”, Ke-2 , klik “PPh 21” dalam menu lapor pajak.

Seterusnya, klik tombol “Serahkan dan Lapor”. Maka tampil halaman berikut di bawah ini. Langkah seterusnya, sepertikan tanggal dengan tanggal laporan pajak Anda. Kemudian klik “Lapor” sama dalam langkah ke-3 pada gambar di bawah ini.

Kemudian nantikan sesaat untuk memperoleh bukti laporan Anda berbentuk BPE (Bukti Akseptasi Elektronik) dan NTTE (Nomor Transaksi Terima Elektronik).

Sedang jika SPT pajak Anda tidak ada di OnlinePajak, Anda dalam melakukan 4 langkah yaitu:

  • Buat file CSV dari aplikasi e-SPT DJP
  • Upload file CSV Anda di OnlinePajak
  • Upload file PDF simpatisan, bila ada
  • Klik tombol “LAPOR”

Bila Anda pengin mendapatkan info dan tutorial lebih detil mengenai cara memberikan laporan pajak secara online, baca link ini: cara lapor pajak online.

Biaya Pajak PPh 21, PPN dan PPh 22

Saat sebelum melakukan pembayaran pajak, harus pajak umumnya terhubung biaya pajak untuk mengenali besaran pajak yang perlu dibayar.

Pengertian biaya pajak sendiri ialah nominal atau prosentase yang diputuskan pemerintahan melalui undang-undang untuk menghitung dan atau tentukan jumlah pajak yang perlu dibayarkan, disetorkan dan atau diambil oleh harus pajak.

Di Indonesia, ada beberapa puluh tipe pajak salah satunya ialah PPh 21, PPN dan PPh 22 Final. Jika pengin mengenali berapakah besaran pajak yang perlu Anda bayarkan untuk 3 tipe pajak ini, berikut setiap biayanya.

PPh 21

Biaya PPh 21 diperbedakan di antara harus pajak yang mempunyai NPWP dan tidak. Berdasar Ketentuan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-32/PJ/2015 Pasal 17 ayat (1) huruf a, biaya PPh 21 itu terdiri jadi 5 yaitu:

  • 5% untuk WP dengan pendapatan tahunan sampai Rp 50 juta.
  • 15% untuk WP dengan pendapatan tahunan di atas Rp 50 juta sampai Rp 250 juta.
  • 25% untuk WP dengan pendapatan tahunan di atas Rp 250 juta sampai Rp 500 juta.
  • 30% untuk WP dengan pendapatan tahunan di atas Rp 500 juta.
  • Untuk WP yang tidak mempunyai NPWP dikenai biaya tambahan 20% dari biaya WP yang mempunyai NPWP.

PPN

Berdasar pasal 7 Undang-Undang Landasan No.42 tahun 2009, biaya PPN terdiri jadi:

  • Untuk biaya PPN sejumlah 10%
  • Biaya PPN dikenai sebesar 0% atas:
  • Export Barang Terkena Pajak Berbentuk
  • Export Layanan Terkena Pajak dan
  • Export Barang Terkena Pajak Tidak Berbentuk

Biaya pajak seperti diartikan pada point 1 bisa beralih menjadi terendah 5% dan tertinggi 15% seperti ditata oleh Ketentuan Pemerintahan.

PPh 22

Pajak Pendapatan pasal 22 ialah potongan atau pungutan yang dilaksanakan satu faksi pada Harus Pajak dan terkait dengan aktivitas perdagangan barang.

Import:

  • 2,5% dari nilai import untuk WP dengan API
  • 7,5% untuk WP non API
  • 1,5% dari harga pembelian untuk DJPB, bendahara pemerintahan, BUMN/BUMD:
  • Pemasaran hasil produksi:
  • 0,1% dari DPP PPN untuk kertas
  • 0,25% dari DPP PPN untuk semen
  • 0,3% dari DPP PPN untuk baja
  • 0,25% dari harga pembelian (tidak terhitung (PPN) atas pembelian beberapa bahan kepentingan

Industri.

  • 0,5% dari nilai import atas import gandum dan terigu oleh WP dengan API
  • 5% atas pemasaran
  • Pesawat udara individu pada harga jual di atas Rp 20 miliar
  • Kapal pesiar dan semacamnya pada harga jual di atas Rp 10 miliar
  • Apartemen, kondominium dan semacamnya dengan luas bangunan di atas 400 m2 dan harga jual atau ongkos peralihan di atas Rp 10 miliar.
  • Rumah dan tanahnya dengan luas bangunan di atas 500 m2 dan harga jual atau ongkos peralihan di atas Rp 10 miliar.
  • Kendaraan motor roda empat memiliki kurang dari 10 orang tipe sedan, jeep, sport utility vehicle (SUV), multi purpose vehicle (MPV), minibus dan semacamnya pada harga jual lebih dari Rp 5 miliar dan dengan kemampuan silinder lebih dari 3.000 cc.
  • 100% semakin tinggi dari biaya PPh 22 untuk WP yang tidak mempunyai NPWP.
  • Di OnlinePajak, Anda bukan hanya bisa bayar 3 tipe pajak itu tetapi semua tipe pajak yang berada di Indonesia.

7 Alasan Kami Bayar Pajak Melalui Aplikasi Pajak Online

PajakPay adalah fitur pembayaran pajak punya OnlinePajak yang mempunyai tingkat keamanan sama dengan keamanan bank. Sekarang ini, aplikasi OnlinePajak telah kantongi ISO 27001 dari instansi sertifikasi internasional untuk keamanan dan kerahasiaan data transaksi. Bukan hanya itu, PajakPay memberikan beberapa keuntungan pada pemakainya.

Di bawah ini 7 keuntungan itu:

  1. Dapat dilaksanakan dimanapun. Asal ada akses internet, harus pajak dapat bayar pajaknya kapan pun dan dimanapun.
  2. Lebih gampang. Bayar pajak menggunakan fitur PajakPay gampang dan dapat ditangani oleh siapa.
  3. Proses semakin lebih cepat. Anda tidak perlu kembali bayar pajak secara manual melalui teller bank atau kantor pos. Waktu tidak lagi terbuang untuk perjalanan dan berbaris di kantor Pos dan bank.
  4. Lebih aman. Data bukti pembayaran pajak disimpan secara online dan bisa dijangkau kapan pun, dan tersimpan dalam periode waktu panjang. Kita tidak perlu cemas kehilangan helaian fisik Surat Setoran Pajak (SSP) dan Nomor Transaksi Akseptasi Negara (NTPN) yang kita dapatkan sesudah bayar pajak secara off line. Disamping itu, kita juga terlepas dari resiko kejahatan sebab pembayaran pajak tidak harus melalui serahkan tunai.
  5. Terpadu dengan e-billing dan e-filing. Pemakai PajakPay tak perlu keluar dari aplikasi OnlinePajak bahkan juga semenjak menghitung, mendapatkan ID billing, bayar dan memberikan laporan pajak.
  6. On time. Kerap terkena denda sebab terlambat bayar pajak? OnlinePajak tawarkan fitur pengingat pembayaran pajak yang membuat Anda terlepas dari denda.
  7. Banyak pilihan saluran top-up. Harus pajak tidak perlu cemas jika saldo pada PajakPay tipis, sebab OnlinePajak sudah bekerja bersama dengan beberapa bank untuk melakukan top up. Salah satunya bank yang sudah bekerja bersama dengan OnlinePajak ialah, Bank Central Asia (BCA). Top up saldo PajakPay melalui virtual akun BCA mulai berlaku semenjak April 2019.

Kesimpulan

Cara bayar pajak online melalui PajakPay OnlinePajak benar-benar ringkas dan sudah tercatat di Bank Indonesia melalui surat nomor 20/114/DKSP/Srt/B. Hitung pajak secara automatis, buat kode billing, bayar pajak online dan e-Filing pajak bisa dilaksanakan melalui 1 aplikasi terintegrasi,

OnlinePajak.Salah satunya keuntungan menggunakan PajakPay dari OnlinePajak ialah bukti pembayaran pajak Anda akan tersimpan dalam periode waktu panjang secara aman. Hingga ketika berada audit, akan memudahkan Anda mendapati BPN/NTPN Anda bila diperlukan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here