CaraMudah.ID - Kumpulan Cara Mudah Terlengkap

Sang Legenda Ronde Jogja, Mbah Payem

ronde jogja mbah payem

Sang Legenda Ronde Jogja, Mbah Payem – Apresiasi setinggi tingginya benar benar pantas dialamatkan kepada seorang wanita yang sudah tidak muda lagi namun masih gigih berdiri dalam remangnya sinar malam cuma untuk menghangatkan kota Jogja dengan semangkuk satu diantara wedang ronde terenak di kota Jogja yang beliau hidangkan lewat racikan jari jemarinya yang telah tidak muda lagi.

Mbok Payem, wanita sudah tidak muda lagi ini masih melakukan aktivitasnya setiap malam dengan semangat. Ia berjualan wedang ronde tepat di depan Optik Naufal, Jalan Kauman, Jogja setiap harinya pada malam hari. Wanita berumur 90 tahun ini kabarnya sudah mulai berjualan ronde sejak zaman PKI, inilah yang selalu diceritakan oleh Mbok Payem, sosok yang mengagumkan dalam dunia kuliner di Jogja.

Semangatnya dalam berjualan ronde pantas kita contoh, dengan semangat tersebut beliau tidak kenal capek dan lemah dalam menjual wedang rondenya. Berwajah senantiasa fresh serta pengunjung senantiasa bisa melihat senyum yang menghiasi berwajah yaitu senyuman yang mengajarkan kalau semua suatu hal tentu berguna bila kita tetaplah bahagia serta menjalaninya dengan penuh senyuman.

Sehari-harinya ia ditemani dengan gerobak yang juga telah tua, ia menanti konsumen yang datang. Harga semangkuk wedang ronde di jualnya cukup murah, yaitu Rp3. 500. Semuanya bahan diraciknya sendiri tanpa ada pengawet.

wdang ronde terkenal di jogjakarta mbah payem

Tiap-tiap bulannya, Mbok Payem yang akrab disapa oleh warga sekitar dengan Mbok Min, dapat mengantongi duit kurang lebih Rp 200. 000 dari berjualan wedang ronde. Walau demikian besar kecilnya duit yang diperoleh tetaplah bergantung dari banyak konsumen yang datang. Seringkali banyak konsumen yang telah jadi berlangganan Mbok Payem serta kerap memberikannya duit lebih.

Walau telah tua, nenek berumur 90 th. ini mempunyai pendengaran yang masih sangat baik. Jadi anda tidak butuh teriak-teriak buat pesan semangkuk wedang ronde. Kalau anda memahami bahasa jawa, maka sebaiknya anda memang berbicara dengan bahasa jawa halus supaya beliau lebih mudah memahaminya. Jangan sampai menggunakan bahasa gaul apalagi bahasa alay, namun kalau tidak fasih berbahasa jawa gunakan saja bahasa Indonesia saja. Mbok Payem dengan senyuman khasnya akan bercerita banyak sambil mengolah wedang ronde untuk anda.

Wanita berumur 90tahun ini memiliki sembilan anak dan sebagian besar dari mereka bekerja serabutan. Waktu meracik adonan ronde, Mbok Payem dibantu oleh anaknya, Waryani (46). Sementara itu Paryanto (66) anaknya yang lain menolong mendorong gerobaknya ke tempat berjualan. Walau demikian waktu berjualan, Mbok Payem hanya sendirian.

Dia betul-betul wanita tua yang tangguh.

Related Post

  • Sejarah dan Cerita Bakpia Pathuk Yang Legendaris

    Semua orang pasti sangat mengenal makanan yang sudah dikenal sebagai ciri khas oleh-oleh kota Jogja ini, Bakpia. Makanan ini terbuat dari tepung terigu yang dipanggang dengan isian berbentuk kacang
  • Jejamuran-Resto 60x60

    Jejamuran Resto, Wisata Kuliner Terkenal Di Jogja

    Jejamuran resto merupakan salah satu tempat wisata kuliner yang sangat populer di kota Jogja. Restoran ini memiliki keunikan tersendiri yaitu menyadiakan berbagai macam olahan jamur. Maka dari itu
  • wisata semarang 60x60

    Yuk Kita Jelajahi Wisata Semarang Yang Keren Abis

    Pada kesempatan kali ini kami akan membawa anda mejelajah wisata Semarang. Semarang adalah kota terbesar ke 5 di Indonesia yang juga merupakan ibukota dari Propinsi Jawa Tengah. Meskipun tidak
  • mangut-lele-mbah-marto-jogjakarta 60x60

    Mangut Lele Mbah Marto, Makin Blusuk Makin Dicari

    Tidak seperti lokasi kuliner lainnya yang menempati lokasi strategis dan mudah dicapai, mangut lele Mbah Marto ini berada di lokasi yang mblusuk alias tidak mudah dijangkau karena lokasinya yang
  • anomali-coffee 60x60

    Tempat Makan Baru di Jakarta yang Hits 2017

    Tempat Makan Baru di Jakarta yang Hits 2017 - Jakarta memang sangat terkenal dengan kemacetannya yang sudah menjadi pemandangan sehari-hari. Selain kemacetan, udara Jakarta juga dikenal panas dan
  • Berlangganan

    Enter your email address:

    Delivered by FeedBurner