CaraMudah.ID - Kumpulan Cara Mudah Terlengkap

Rokok Elektrik Terbukti Tidak Lebih Sehat Daripada Rokok Tembakau, Inilah Alasannya!!

Sudah banyak banyak orang yang saat ini mualai beralih ke rokok elektrik karena dipercaya sebagai salah satu pilihan untuk menjadi lebih sehat. Banyak orang yang percaya kalau menggunakan rokok elektrik lebih aman untuk kesehatan karena tidak adanya bahan kimia yang dapat mengakibatkan kanker.

Trend vaping saat ini mulai semakin berkembang dinilai lantaran makin banyak toko yang jual alat vaping, bahkan juga kafe yang spesial sediakan keperluan itu. Inilah sebuah pendapat yang dikeluarkan oleh sebuah badan industri yang bernama ECigIntelligence yang terletak Inggris Utara, Skotlandia serta London dimana mereka mempunyai jumlah toko vaping atau toko yang sediakan penjualan rokok elektrik paling besar didunia.

Namun, British Medical Association saat ini sudah menyerukan larangan vaping ditempat umum, lantaran ada resiko kesehatan periode panjang belum diputuskan.

Kenyataannya baik rokok konvensional atau elektrik, keduanya keduanya sama saja mempunyai resiko untuk tingkatkan beberapa penyakit kronik. Inilah mengapa vaping sebenarnya bukan sebuah pilihan yang sehat pengganti merokok.

Dr Mike Knapton, dari British Heart Foundation, menyampaikan, ” Berhenti merokok menjadi sebuah langkah yang paling utama yang bisa anda ambil sebagai langkah utama dalam menjaga kesehatan jantung anda. Akan tetapi, berpindah ke e-rokok seperti yang sekarang ini sedang menjadi tren sebagai langkah berhenti merokok yang bakal merugikan kesehatan anda dalam jangka yang sangat panjang.

Helen Stokes-Lampard, ketua dari Royal College saat ini juga menyerukan pelarangan vaping di beberapa tempat umum, sebuah larangan yang sangat masuk akal karena dianggap membolehkan merokok dengan bebas di tempat umum. Saat ini, banyak pub serta restoran sudah dilarang untuk memberi sarana vaping.

Badan Pengawas Obat serta Makanan di Amerika Serikat menyebutkan kalau pihaknya akan secepatnya membuat sebuah regulasi rokok elektronik yang berkaitan potensi kerugian kesehatan disamping itu juga banyak kasus korban ledakan akibat baterai yang dipakai dalam rokok elektrik.

Rokok Elektronik Mengakibatkan kerusakan Beberapa sel di Mulut

rokok elektrik

Oleh mereka para perokok aktif, rokok elektronik saat ini menjadi sebuah alternatif merokok yang lebih sehat dibanding rokok tembakau atau rokok filter, paling tidak inilah anggapan mereka yang secara sadar beralih dari rokok tembakau ke rokok elektrik. Tanpa mereka sadari kalau rokok elektronik ini dapat memiliki dampak negatif untuk kesehatan.

Dalam sebuah riset yang dilakukan pada sel kultur di laboratorium, di ketahui kalau kandungan toksik serta partikel nano dalam rokok elektronik mengakibatkan kematian sel sebanyak 85 %.

Hal ini dapat terjadi lantaran kandungan dalam rokok elektronik membunuh susunan atas sel kulit di rongga oral, atau sisi pada gigi serta gusi.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan di lab sebuah Kampus California, Los Angeles mengatakan kalau dalam pemakaian yang berkelanjutan, rokok elektronik bakal tingkatkan penyakit mulut pemakainya.

Walaupun rokok elektronik tak memiliki kandungan nikotin, namun sebuah riset menunjukkan kalau ada zat zat laiin yang beracun terkandung dalam rokok elektrik.

Salah satu diantaranya adalah zat berbentuk karsinogen yang diketemukan dalam rokok elektronik, adalah formaldehida. Zat lain yang beresiko adalah diacetyl, zat penyedap yang dihubungkan dengan penyakit paru-paru.

Rokok Elektrik Punya potensi Gagalkan Hasrat Berhenti Merokok

rokok elektrik

Di dalam pro-kontra sehat serta tidaknya pemakaian rokok elektronik, satu studi yang dipublikasikan dalam jurnal Lancet Respiratory Medicine, rokok elektronik bahkan juga turunkan peluang beberapa perokok untuk hentikan rutinitas merokok mereka hingga 28 %. Inilah mengapa rokok eletrik dinilai tidak efisien bagi mereka yang sedang berusaha berhenti merokok.

Rokok elektronik sendiri adalah sebuah piranti bertenaga baterai yang memakai panas untuk bikin uap beraroma spesifik yang dihirup oleh pemakai.

Beberapa pelaku industri rokok elektronik serta ” vaping ” mengeluarkan beberapa pendapat yang menyatakan kalau piranti itu adalah alternatif sehat untuk menukar rokok tembakau tradisional, lantaran pemakai tak hirup asap karsinogenik.

Akan tetapi klaim kemudian dikomentari oleh komunitas medis. Sebagai contoh, pada th. 2015, US Preventive Services Task Force menyimpulkan tak ada bukti yang cukup untuk mereferensikan rokok elektronik untuk menolong orang dewasa berhenti merokok.

Untuk melihat apakah riset paling baru mengenai rokok elektronik benar benar sesuai dengan klaim industri atau malah mungkin sebaliknya, sebuah tim medis melakukan sebuah riset yang kemudian menilai pemakaian rokok elektronik di kalangan para perokok dewasa apakah memang ada peluang untuk berhenti merokok dengan beralih ke rokok elektrik.

Beberapa peneliti lalu memadukan hasil dari 20 studi untuk memperbandingkan rutinitas perokok yg tidak memakai rokok elektronik dengan perokok yang memakai rokok elektronik untuk lihat peluang berhenti merokok.

Beberapa peneliti menyimpulkan, peluang berhenti merokok malah alami penurunan sejumlah 28 % pada perokok yang memakai rokok elektronik dibanding dengan mereka yg tidak.

Dr Norman Edelman, penasihat ilmiah senior untuk American Lung Association menyatakan pendapatnya kalau sebenarnya rokok elektronik dapat mengganggu usaha berhenti merokok.

Dr Norman Edelman menyampaikan, studi yang dilakukan baru baru ini tunjukkan kenapa US Food and Drug Administration butuh meninjau lagi akan kehadiran rokok elektrik.

Related Post