CaraMudah.ID - Kumpulan Cara Mudah Terlengkap

Pegawai Muslim di Amerika Ini Kaget Saat Minta Ruang Untuk Shalat!

Shalat lima waktu adalah kewajiban seluruh umat muslim di seluruh dunia. Namun pada perkebangannya, umat muslim mulai merasa tidak aman, tidak nyaman dan mulai ditindas terutama di negara negara dengan jumlah umat muslim yang minoritas. Bisa kita lihat baru baru ini dimana banyak umat muslim mengalami kekerasan di Rohingya dan juga di Amerika serta Perancis yang sangat kental dengan isu Islamophobia. Tidak jarang juga berbagai tindakan kekerasan yang mengatasnamakan Islam banyak terjadi di dunia ini yang semakin membuat dunia semakin dilanda isu Islamophobia.

Belum lagi presiden Amerika terpilih saat ini Donald Trump yang sejak awal menyuarakan anti islam dan mengecam berbagai pergerakan yang berkaitan dengan islam di Amerika saat ini. Tidak hanya itu, isu rasis juga muncul dan mencuat di negara negara tersebut, bahkan tidak jarang banyak orang orang yang mendemo supaya masjid bisa dihancurkan dan diruntuhkan karena dianggap sebagai sarang teroris.

muslim

Semua kejadian ini tidak membuat umat muslim menjadi trauma dan meninggalkan keislamannya, seperti hal nya yang dialami oleh Bryan Conn, seorang pria muslim yang baru saja bekerja di sebuah perusahaan yang terletak di California, Amerika Serikat. Saat mulai bekerja pada hari hari pertamanya, Bryan sama sekali tidak  menemukan satupun ruangan yang bisa digunakannya untuk menunaikan ibadah shalat. Karena tidak adanya ruangan ini membuat Bryan sama sekali tidak bisa menunaikan ibadah shalat selama ia bekarja di perusahaan tersebut. Inilah yang kemudian membuatnya memberanikan diri untuk datang ke atasannya dan HR kalau ia adalah seorang Muslim dan meminta supaya ada sebuah ruangan yang bisa digunakannya untuk menunaikan ibadah shalat, karena ia merasa kesulitan untuk shalat selama ia bekerja di perusahaan itu.

” Baru-baru ini saya dapat pekerjaan baru di California. Pada hari pertama, saya bicara kepada bos dan juga staff HR bahwa saya adalah seorang Muslim.”

Bryan juga mengatakan kalau ia sama sekali tidak mempermasalahkan beraopa ukuran ruangan yang akan digunakannya untuk beribadah, ia hanya berpikiran ada sebuah tempat yang bisa digunakannya untuk menunaikan ibadah shalat.

Saat Bryan meminta kepada atasan dan HR, ia sama sekali tidak mendapatkan jawaban dan respon apapun pada hari itu, namun setelah beberapa hari kemudian ia sangat kaget, karena inilah yang terjadi.

Kamar yang gelap dan kosong..

Walaupun pada hari Bryan meminta sama sekali tidak ada respond an jawaban, sebenarnya pihak perusahaan sangat memahami mengenai kegusaran Bryan mengenai tidak adanya tempat untuk menunaikan ibadah shalat. Saat itu Bryan juga mengatakan kalau ia hanya membutuhkan waktu tidak lama, hanya beberapa kali dan beberapa menit saja untuk melakukan ibadah. Ia juga mengatakan kalau tidak mempermasalahkan ia akan melakukan ibadah di manapun.

Setelah beberapa hari, bryan kemudian dipanggil kembali terkait dengan permintaanya tersebut. Bryan kemudian ditunjukkan sebuah kamar yang sepanjang pengetahuannya itu adalah sebuah kamar yang gelap dan kosong, sebuah ruangan yang tidak terpakai . Namun ia sama sekali tidak mempermasalahkan dan menurutnya sudah lebih dari cukup karena ada sebuah ruangan yang bisa ia gunakan untuk shalat.

Saat memasuki ruangan tersebut, Bryan tampak sangat kaget karena ruangan yang tadinya adalah ruangan kosong dan gelap yang tidak pernah digunakan, ruangan itu benar benar tampak seperti baru dan sangat rapi. Jauh dari apa yang ia ketahui sebelumnya mengenai ruangan tersebut. Ruangan itu kini dilapisi karpet, lampu dan sebuah rak kecil yang bisa dipergunakan untuk menaruh sepatu,

muslim

Pada pintu ruangan tersebut kini bertuliskan “Quiet Room”, Bryan kini paham, rupanya pihak perusahaan kemarin bukan diam karena tidak perdui, melainkan mereka mempersiapkan ruangan itu supaya bisa digunakan oleh siapapun yang ingin melakukan ibadah dan mendekatkan diri kepada Tuhan.

Bryan benar benar kaget dan tidak menyangka akan mendapatkan kejutan seperti ini,

“Saya tak sangka dan tak mampu berkata apa-apa. Saya harap banyak orang yang menikmati dan menggunakan kamar baru itu.”

 

Related Post

  • Translate »