CaraMudah.ID - Kumpulan Cara Mudah Terlengkap

Masjid Unik Di Yogyakarta Ini Hanya Punya Satu Tiang

masjid satu tiang yogyakarta

Berbeda dari masjid berkonsep jawa lainnya yang mempunyai empat buah soko guru (tiang penyangga utama), masjid ini hanya mempunyai satu buah saka guru yang menyangga saja. Masjid ini kemudian dikenal dengan nama Masjid Keraton Soko Tunggal, karena letaknya yang ada di dalam komplek Keraton Yogyakarta, tepatnya di di kompleks Keraton Kesultanan Yogyakarta, JL. Taman 1, No. 318, Kecamatan Kraton, Yogyakarta, di depan pintu masuk obyek wisata Taman Sari.

Masjid yang diresmikan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX ini mempunyai latar belakang sejarah tersendiri. Seorang saksi pembangunan masjid ini, yang bernama Hadjir Digdodarmodjo (84) mengatakan kalau masjid ini adalah permintaan warga yang tinggal di sekitar Taman Sari. Warga ingin ada sebuah masjid yang berdiri di sekitar tempat tinggal mereka, hingga kalau mereka melakukan salat berjamaah harus menggunakan Kedung Pengantin, salah satu bangunan di Taman Sari.

Hingga GBPH Prabuningrat yang merupakan kakak Sri Sultan Hamengkubuwono IX menginisiasi pembangunan masjid. Pembangunan masjid ini akhirnya terdengar hingga ke Presiden RI saat itu, Presiden Soeharto yang akhirnya memberikan bantuan untuk pembangunan masjid ini.

Masjid ini sendiri di arsiteki oleh R. Ngabehi Mintobudoyo yang merupakan arsitek Keraton Yogyakarta dan selesai dibangun pada hari Jumat Pon tanggal 21 Rajab tahun Be dan ditandai dengan Candrasengkala “Hanembah Trus Gunaning Janma” 1392 H atau 1 September dengan suryasengkala “Nayana Resi Anggatra Gusti” 1972 M.

Selain menjadi tempat ibadah, Masjid Keraton Soko Tunggal ini juga dijadikan monumen peringatan korban Serangan Umum 11 Maret 1949, ditandai dengan adanya makam 10 orang pejuang yang dikuburkan di tempat ini. Rupanya Sri Sultan Hamengkubuwono IX menginginkan Masjid ini menjadi monumen bagi para pejuang ini.

Keindahan Arsitektur Masjid Keraton Soko Tunggal

masjid satu tiang yogyakarta

Jika dilihat lebih mendalam, arsitektur masjid ini mempunyai makna yang sangat mendalam. Satu buah saka guru yang ada di tengah ini mempunyai 4 saka bentung, jadi total berjumlah 5 yang mempunyai arti lambang negara pancasila. Satu buah saka guru mempunyai arti sila pertama Ketuhanan Yang Mahaesa. Bentuknya yang memusat berbentuk jari jari payung disebut juga dengan peniung, yang merupakan lambang kewibawaan negara yang selalu melindungi rakyatnya.

Saka guru sebagai tiang utama didatangkan dari Cepu, menggunakan kayu jati yang berusia 150 tahun. Batu penyangga tiang yang disebut umpak didatangkan dari petilasan Sultan Agung Hanyokrokusuma.

Ukir ukiran yang ada di sekeliling masjid ini juga mengandung makna tersendiri juga. Ada beberapa jenis ukiran di Masjid Keraton Soko Tunggal ini. Praba, Saton, Sorot, Tlacapan, Ceplok-ceplok, Mirong dan Tetesan embun.

Dimana Praba memiliki arti Bumi, tanah dan kewibawaan. Saton memiliki arti menyendiri (yang dimaksudkan sebagai tempat menyendiri untuk menghadap Allah SWT). Sorot, memiliki arti cahaya matahari. Tlacapan memiliki arti tabah dan tangguh atau dalam bahasa jawa panggah. Ceplok-ceplok memiliki arti pemberantas angkara murka. Mirong memiliki arti maejan atau nisan (yang dimaksudkan sebagai semuanya pasti akan dipanggil kembali oleh Allah). Sedangkan tetesan embun dimaksudkan siapa saja yang menunaikan shalat di masjid ini diberi anugerah oleh Allah SWT.

Masya Allah.. Sungguh indah masjid ini

Related Post

  • Berlangganan

    Enter your email address:

    Delivered by FeedBurner