CaraMudah.ID - Kumpulan Cara Mudah Terlengkap

Kicak dari Kauman Yang Hanya Ada Di Bulan Ramadhan

Bulan suci Ramadhan adalah bulan yang paling ditunggu oleh umat Muslim dimanapun. Karena di bulan ini ada banyak keistimewaan dan juga bulan penuh berkah karena di bulan ini pahala akan dilipat gandakan dari bulan bulan sebelumnya pada umumnya.

Namun di sisi lain, bulan Ramadhan juga adalah bulan yang paling ditunggu karena pada bulan ini banyak bermunculan kuliner khas Ramadhan. Salah satunya adalah Kicak, sajian kuliner Ramadhan khas Kauman yang hanya muncul setahun sekali. Kuliner ini sendiri bisa ditemukan di Pasar Sore Ramadhan yang terletak di kawasan Kauman, Kelurahan Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Yogyakarta. Pasar sore ini sendiri adalah salah satu tradisi khas yang hanya ada di bulan Ramadhan saja dan hanya buka selama bulan Ramadhan saja. Sebagian besar pedagangnya adalah warga Kauman namun ada juga warga luar Kauman yang berjualan disini.

Kicak adalah sajian kuliner khas Kauman yang terbuat dari ketan yang ditumbuk halus, parutan kelapa muda, nangka muda dan dicampur dengan gula yang dibungkus daun pandan. Semuanya dicampur dan dikukus menjadi satu. Sensasi gurih, rasanya yang manis dan rasanya yang gurih membuat kuliner ini cocok untuk disajikan saat berbuka puasa.

Rasanya yang manis membantu mengembalikan tenaga setelah seharian berpuasa dan juga harganya yang sangat terjangkau membuat Kicak menjadi salah satu menu takjil yang selalu diburu warga dalam bulan Ramadhan ini. Kicak ini hanya seharga dua ribu rupiah, maka tidak heran kalau kuliner ini mampu bertahan puluhan tahun lamanya. Dan kini Kicak menjadi salah satu icon kuliner Ramadhan yang paling banyak dicari di Pasar Sore Ramadhan.

Kicak Mbah Wono

kicak mbah wono

Di Kauman, yang peling terkenal adalah Kicak buatan Mbah Wono. Ia sudah berjualan sejak tahun 1950 dan merupakan penjual Kicak paling laris, bahkan tidak sedikit pedagang lain yang mengambil Kicak di tempat Mbah Wono ini. Saat ditanyakan, ia mengaku tidak tahu dari mana asal muasal nama Kicak ini. Kini generasi penerus Mbah Wono, anak dan cucunya sudah meneruskan usaha Kicak yang hanya bisa ditemukan di Pasar Sore Ramadhan di Kauman, Yogyakarta.

Saking larisnya, Mbah Wono mengaku mampu menjual hingga 300 bungkus per harinya dan menghabiskan sekitar 13kg ketan Jaddah, 3kg gula, 10 butir kelapa muda dan buah nangka hingga setengah kg per harinya sebagai bahan utamanya.

Nah kalau anda ingin berburu kuliner yang satu ini maka anda harus datang lebih awal, karena terlambat sedikit anda harus bersiap siap mengantri panjang, karena Kicak Mbah Wono sudah sangat terkenal dan banyak diburu pembeli.

Tapi bagi anda yang tidak ingin mengantri, anda bisa juga mendapatkan di lapak lain dengan harga yang sedikit lebih mahal tentunya.

Related Post