CaraMudah.ID - Kumpulan Cara Mudah Terlengkap

Inilah Yang Segera Hilang Dari Rupiah Setelah Redominasi Rupiah

Rupiah adalah mata uang resmi negara Indonesia, dan tidak lama lagi kemungkinan besar ini lah yang akan segera menghilang dari mata uang Rupiah. Rencana penyerdahaan Rupiah atau redominasi rupiah yang sudah menjadi pembicaraan panas di kalangan ekonom selama kurang lebih 6 tahun terakhir ini.

Lalu apa yang terjadi kalau rencana ini benar benar berjalan?

Kalau anda sekarang menerima gaji sebesar Rp. 3 juta, maka penyederhaan berupa pembagian seribu akan membuat gaji anda menjadi Rp. 3.000 saja. Apa pengaruhnya? Sebenarnya tidak ada pengaruhnya, karena ini hanyalah redominasi saja karena mata uang Rupiah saat ini dinilai sudah memiliki nominal digit yang termasuk salah satu yang terbanyak di dunia.

Redominasi ini sala sekali tidak akan merubah nilai dari besaran uang itu sendiri karena hanya menghilangkan 3 digit nol di belakang mata uang Rupiah yang beredar selama ini. Banyak orang yang mulai menyangkut pautkan dengan pemotongan nilai mata uang pada era 1950an dan 1960an yang terkenal dengan sebutan gunting Syafruddin. Dimana saat itu Indonesia masih menggunakan mata uang NICA (Belanda) yang kemudian dibelah menjadi dua, dan bagian sebelah kiri hanya berlaku nilai setengahnya saja. Ini terjadi pada tahun 1952.

Pada tahun 1956 dan 1966 kejadian ini kembali terjadi yang dikarenakan inflasi yang benar benar tidak terkendali, membuat nilai mata uang yang berlaku hanyalah sepersepuluh dari nilai awalnya. Pemotongan nilai mata uang arau dalam istilah ekonomi disebut dengan sanering ini benar benar membuat rakyat Indonesia mengalami mimpi buruk pada era 1960an.

Perbedaan antara sanering era 1960an dan redominasi rupiah era sekarang

redominasi rupiah

Sebenarnya secara tidak langsung beberapa lapisan masyarakat sudah mengenal dan terbiasa dengan redominasi ini. Pernahkah saat anda berada di sebuah kafe atau resto anda hanya melihat harga harga yang tidak menyertakan tiga angka nol di belakangnya? Misalkan saja menu nasi goreng yang harganya 25.000 hanya dituliskan 25 saja, atau steak dengan harga 80.000 hanya dituliskan 80 saja. Atau dalam perbincangan sehari hari saat menyebutkan uang sebesar 1.000.000 kita hanya menyingkatnya dengan mengatakan 1.000

Inilah yang dinamakan redominasi..

Tidak ada yang berubah dari nilainya, hanya nonimalnya saja yang mengalami perubahan kecil. Perbincangan mengenai redominasi rupiah ini sudah mencuat selama 6 tahun belakangan ini. Dan kini Bank Indonesia sedang mempersiapkan semacam masa transisi dimana mata uang redominasi akan muncul berbarengan dengan mata uang yang beredar saat ini. Tahapan ini bisa berlangsung sekitar 5-7 tahun hingga mata uang lama yang beredar sekarang ini benar benar tidak beredar lagi dan masyarakat mulai terbiasa dengan mata uang yang baru ini.

Mengapa ini terjadi?

redominasi rupiah

Ini dikarenakan Indonesia adalah salah satu mata uang dengan nominal terbesar yaitu Rp. 100.000. Secara teknolohi ini akan berpengaruh sangat besar pada memori penyimpanan. Berapa space yang dibutuhkan untuk mencatat penulisan anggaran negara yang jumlahnya tidak sedikit dan mencapai ribuan triliun? Sebagia contoh, APBN 2017 menurut Undang-undang Nomor 18/2016 adalah Rp 2.080.451.168.747.000. Dimana biasanya satuan rupiah terkecil sudah semakin jarang digunakan.

Namun rencana ini bukan tidak akan menimbulkan masalah. Ada sebuah masalah yang cukup rawan yang mengintip dari rencana redominasi rupiah ini. Dimana saat nominal Rp. 100.000 dipangkas menjadi Rp. 100 dan terjadi kenaikan harga sebesar Rp. 10 setelah redominasi. Sepintas kenaikan ini ringan, namun sebenarnya jika dilihat dari nilai sebelum pemangkasan, kenaikan sebesar  Rp. 10.000.

Sebenarnya tidak dapat dipastikan juga redominasi rupiah yang sudah menjadi perbincangan selama 6 tahun terakhir ini akan benar benar berlaku di Indonesia. Ada hal hal yang mempengaruhinya seperti stabilitas ekonomi. Dan kalaupun benar benar akan dilakukan maka stabilitas politik dan sosialisasi yang efektif akan menjadi penentu berhasil tidaknya rencana ini.

Sosialiasi pun harus dilakukan secara masif, karena kalau tidak akan banyak terjadi lonjakan harga yang dikarenakan ilusi mata uang yang terjadi seperti yang terjadi di beberapa negara. Otomatis ini akan memicu inflasi yang berdampak buruk bagi Indonesia.

 

Pencarian Populer:

Related Post

  • Translate »